Pasar Klewer Solo, Belanja Batik Harga Miring

Kota yang asri, tenang, dibalut dengan tradisi yang melekat, ditambah batiknya yang melegenda, membuat kota Solo menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai didatangi wisatawan.  Grojogan Sewu, Taman Balekambang, Keraton Surakarta, Taman Sriwedari, dan masih banyak lagi tempat tujuan wisata menjadi incaran pelancong ketika datang ke kota ini.

Di samping itu Solo juga memiliki satu tempat yang terkenal sebagai pusat belanja tekstil yang terkenal, Pasar Klewer.

 

Pasar yang letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta ini sudah terkenal sebagi pusat perbelanjaan dengan harga cukup miring. Pasar ini terdiri dari dua lantai, dapat menampung sekitar 1500 pedagang, dengan jumlah kios sekitar 2.000 unit. Selain sebagai tempat berjual beli, Pasar Klewer juga menjadi tujuan wisata dan simbol Kota Surakarta.

 

Pasar Klewer, Riwayatmu Dulu…

Berawal dari zaman penjajahan Jepang dahulu, pasar ini dulu merupakan tempat pemberhentian kereta api yang juga digunakan sebagai tempat berjualan para pedagang pribumi. Tempat ini kemudian dikenal dengan sebutan Pasar Slompretan yang diambil dari suara kereta api ketika akan berangkat yang mirip dengan tiupan terompet (slompret). Para pedagang kecil yang yang menawarkan barang dagangan berupa kain batik yang diletakkan pada pundaknya. Dari jauh, kain-kain ini tampak menjuntai tidak beraturan atau berkleweran  (bahasa Jawa) jika dilihat dari kejauhan. Dari situlah  pasar ini terkenal dengan nama Pasar Klewer.

 

Pasar Klewer mulai berkembang pada tahun 1942-1945 dan semakin berkembang hingga tahun 1968. Kemudian dibangunlah bangunan pasar bertingkat permanen pada 9 Juni 1970 untuk menampung para pedagang yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

 

Pasar Klewer menawarkan berbagai macam jenis kain dan pakaian mulai dari pakaian anak-anak, dewasa, orang tua, pakaian formal, seragam sekolah, kemeja wanita, kaos, jaket, dasi, kain dari bahan katun hingga sutra. Terlebih lagi, batiknya. Rugi kalau sampai kamu ga beli batik di sini. Ada berbagai macam jenis batik seperti batik tulis Solo, batik cap, batik antik keraton, batik pantai keraton Solo dan batik putri Solo. Di samping itu juga ada batik dari Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Madura, Betawi dan kota-kota lainnya. Kamu juga bisa membeli bahan kain batik yang nantinya bisa dibuat baju, sarung, seprai atau aksesoris lain bermotif batik.

 

Mau langsung menjahit kain batik menjadi pakaian? Lanjutkan perjalanan ke lantai dua. Di sana kamu bisa temui beberapa penjahit yang siap mengubah kain yang baru saja dibeli menjadi sebuah pakaian yang diinginkan. Saat berbelanja, kamu bisa membeli secara grosir atau eceran. Jangan lupa menawar harga, jika pandai menawar, kamu bisa mendapat harga yang miring banget.

Beres berbelanja, kamu bisa mengisi perut di pinggiran pasar. Banyak pedagang makanan menawarkan berbagai macam kuliner khas daerah Surakarta. Seperti jajanan pasar, kue-kue, serabi, gethuk, nasi pecel, nasi liwet, soto, timlo, es dawet, dan banyak lagi.

Jadi di sini kamu bisa berbelanja puas, perut kenyang tanpa takut merogoh kocek terlalu dalam. (fjr)

 

Artikel Terkait:

1. Ini Sepuluh Rumah Pohon Yang Unik dan Menarik

2. 10 Desa Wisata Yang Hits Bagi Backpacker

3. Aktivitas Asyik Buat Dilakuin di Bali


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply